Rumah Aspirasi HPMB-Raya

Mars HPMB Raya

Saince 28 Juni 2007 Inilah Himpunan Kami HPMB Raya Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya  Melangkah Bersama Setia, Teguh dan M...

Kamis, 27 April 2017

Pemudah Punya Kualitas Yang Tinggi Dimata Pemerintahan

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penguasa. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan janji manis para penguasa. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Perjuangkanlah aspirasi rakyat layaknya seorang pemimpin yang tegas dan suci.

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan  yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita.

 Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal.

Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan,akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

 Di negeri permai ini, politik hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Para penguasa tidak pernah mencintai apapun yang mereka lakukan, mereka hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Mereka tidak mensyukuri berkah yang mereka dapatkan, mereka hanya ingin menghabiskannya. mereka enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan mereka.

Kawan, inilah kenyataan politik memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, politik adalah persoalan kebiasaan. politik juga masalah prinsip. Bila kau terjun kedunia politik,  maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya.

Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka, tapi kau suka bermuka kepada kuli kamera. Politik adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah. Tapi politik haya akan menghancurkan generasi-generasi, dan membuat sengsara rakyat jelata. Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Jutaan orang lantang bersuara demi mendapatkan keadilan.

Jumat, 21 April 2017

Gelar Raker, Ketua HPMB Raya Cabang Balla' Tujua Berharap Program Kerja Bisa Dioptimalkan

HPMB Raya -Pengurus cabang Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya Cabang Balla' Tujua menggelar Rapat kerja (Raker) di Tidung 9 Makassar yang bertema “ Rekonstruksi Eksistensi HPMB Raya Cabang Balla' Menuju Lembanga kreatif, inovatif dan inspiratif". sabtu (22/04/17)


Rapat kerja yang dihadiri oleh kurang lebih 25 pengurus cabang Balla' Tujua membicarakan tentang program unggulan untuk satu tahun kedepan

Saya berharap program-program yang telah dibicarakan diatas bisa dioptimalkan sesuai dengan tema yang ada”, ucap Ahmad Zakaria, selaku ketua umum HPMB Raya Cabang Balla' Tujua

Disamping membicarakan program untuk jangka panjang, dalam rapat kerja itu pun membahas rencana kerja setiap bidang organisasi agar lebih terstruktur. Bidang-bidang tersebut diantaranya adalah: Bidang pendidikan dan pengkaderan, pengembangan minat dan sumber daya anggota,  advokasi dan partisipasi daerah,  informasi dan komunikasi, dan pemberdayaan perempuan

Sabtu, 08 April 2017

Ramai Dan Berjalan lancar Kegiatan Basar HPMB-Raya pc.Balla-tujua Turut Dihadiri Dari Berbagai Organda Dan Organisasi Kampus


Makassar- berbagai organisasi kampus dan organda turut meramaikan Kegiatan basar yang di laksanakan Himpunan Pelajar Mahasiswa bantaeng raya(HPMB-Raya) Dalam hal ini cabang Balla-tujua.

PC. balla-tujua sebagai pelaksana kegiatan basar ,kegiatan tersebut sangat antusias dan terbilang ramai dimana Kegiatan ini berlangsung di jln.talasalapang kota makassar warkop ABCD (8/4/2017)pukul:18:00wita.

Sementara itu perwakilan organda yang turut hadir dalam acara tersebut . BEM FIK UNM, ikatan Pemuda Mahasiswa Sulawesi- selatan( IPMS-sul-sel).Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB)Komisariat Unismu Makassar. (LINKAR SUL-SEL) Forum Mahasiswa Patria Artah(FMPA).(Oi RAJAWALI-bantaeng).

Domisioner KKMB Yurdinawan yang di temui pers pabburitta
"Kegiatan basar seperti ini sangat  baik karena mengingat dengan adanya perkumpulan seperti ini dalam menjaga talisilaturahmi  sesema organdah dan organisasi kampus khususnya KKMB dan organda-organda lainya" ucapnyaYurdinawan.
 "Manyu siparampe tallang sipaumba."

Penulis :Andi Amal

Jumat, 07 April 2017

Kakanda Adinda Datang Dan Ramaikan Basar HPMB-Raya PC .Ba'la tujua Di Warkop ABCD Tanggal 8/4/2017



Himpunan pelajar mahasiswa bantaeng raya HPMB-Raya cabang Ba'la tujua melaksanakn kegiatan basar .


Dalam hal itu panitia pelaksana basar  mengelar kegiatan tersebut (8/4/2017)di Warkop ABCD (Jl. Talasalapang Makassar)   pukul 18.00 - sampai disuruh pulang

Pasilitas tempat
-Free wifi
- live music

"Ajak mi pacarta,odo2 ta,selingkuhan ta,mantan pacarta atau mantan odo-odota siapa tau jadi lagi odo-odota datangki kakanda adinda"tulisnya pengurus panitia pelaksana dalam sosial medianya.

"Sehebat apapun kopi buatanmu kopi ya tetap kopi ada rasa pahit yang sulit di sembunyikan Kehadiran ta"' sangat berarti bagi kami.

"manyu' siparampe tallang sipaumba"
.Balla' Tujua

Senin, 03 April 2017

Keluarga Besar HPMB-Raya Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Yang Ke-2 Kepada SPA BUTTA TOA Serikat Petani Alami Butta Toa Bantaeng

Di hari Ulang Tahun Serikat Petani Alami Butta Toa Bantaeng (SPA BUTTA TOA) Kami keluarga besar HPMB-Raya mengucapkan selamat  ulang tahun yang ke-2  untuk serikat petani alami semoga kedepanya tambah meningkatkan kualitas dalam produksi sumber daya pangan agar bagaimana bisa maju dari setiap produksi yang di hasilkan.

Harianto Baharuddin S. selaku pengurus PB HPMB-Raya "Saya mewakili keluarga besar HPMB -Raya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-2 untuk serikat petani alami kabupaten Bantaeng " ucapnya Senin (3/4/2017).

Ia mengatakan bahwa SPA saat ini sudah banyak memberikan kontribusi untuk Bantaeng Butta Toa Khususnya dalam  memproduksi pangan sehat dengan bertani Alami

Ketua Bidang kaderisasi PB HPMB-Raya ini  juga menambahkan,Serikat Petani Alami yg ada di kabupaten Bantaeng ini telah berhasil menunjukan kualitas produknya sehinga begitu banyak pesanan bahkan sudah mengirim produknya di berbagai wilaya kota yang ada di sulawesi-selatan.
Penulis Andi Amal

Minggu, 02 April 2017

Menjelang pemilihan serentak 2018 Ini Harapan pemudah Bantaeng pemimpin harus mempunyai passion dan tidak perlu ditakuti

Menjelang pemilihan serentak 2018 Ini Harapan pemudah Bantaeng pemimpin harus mempunyai passion dan tidak perlu ditakuti

Bantaeng-A.Reski Amal selaku pengurus HPMB-Raya pc Ba'ba eja mengatakan untuk menjadi seorang pemimpin harus mempunyai passion dan kiat kiat  serta menjadi yang terbaik dan sejatinya pemimpin adalah contoh dan idola, sehingga setiap orang ingin dekat dan bercermin kepadanya.

"Seorang pemimpin harus mempunyai passion dan tidak perlu ditakuti, karena dia adalah contoh. Dalam setiap kondisi apapun harus bisa memutuskan. Itu harus dilatih," kata A.reski amal.

Ditambahkan pula, seorang pemimpin tidak bekerja dengan isu, namun dia berfikir dan bekerja dengan logika dan fakta. Pemimpin juga harus mempunyai motivasi, dan menempatkan segala sesuatu berdasarkan proporsinya.

"Selesaikan pendidikan, kemudian berpikirlah kreatif. Belajar yang tekun dan latih leadership , karena lapangan kesempatan untuk bekerja itu peminatnya semakin banyak dan persaingan semakin berat. Mumpung masih ada waktu, belajar dan kuasailah bahasa pergaulan internasional," pintanya.

Terkait akan. di adakanya pemilihan serentak tahun 2018 dibutuhkan seorang pemimpin yang tahu betul akan kebutuhan warganya. Apalagi sulawesi selatan ingin maju, ingin terus membangun, dan harus lebih baik lagi dari daerah-daerah lainnya.

A.reski amal yang masih duduk di bangkuh perkulihan universitas patria arta jurusan Manajemen semester akhir ini atau yang akrab disapa andi amal  itu mengharapkan selepas menamatkan pendidikan, tentu saja harus mempunyai tujuan hidup. "Akan ke mana dan menjadi apa. Paling utama adalah menjadi lebih baik, menjadi pemuda harapan keluarga, orang tua dan orang banyak," lidndas andi amal.

Jumat, 31 Maret 2017

Harapan sekertaris Umum HPMB-Raya Cabang Jalarambang Dalam Bedah Buku Jilid II


Makassar - Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya) cabang jalarambang kembali menggelar bedah buku jilid II pelaksanaan tersebut akan terus di lakukan oleh pengurus cabang jalarambang  kegiatan-kegiatan kelembagaan ini merupakan salah satu agar bagaimana bisa  Membentuk basis pengetahuan kader HPMB-Raya

Pc.Jalarambang dalam hal itu terus melaksanakan salah satu program kerja yang telah di sepakati dari hasil  rapat kerja(raker) yang di laksanakan beberapa waktu lalu di Pantai Marina Bantaeng.

Dimana dalam kegiatan bedah buku ini berlangsung di sekretaris Cabang Jalarambang  jln.pao-poa permai (31/3/2017) jumat malam sekitar pukul 18:00 wita.

dalam kegiatan tersebut  ada yang berbeda dari bedah buku sebelumnya( jilid 1)dimana terlihat pengurus cabang Ba'ba eja A.reski amal selaku seketaris di bidang (advokasi dan partisipasi daerah ) ikut berpartisipasi menghadiri Kegitan tersebut.

Erty rosptana rufaida yang mendapat gilaran jilid II untuk melakukan bedah buku dengan judul(leadership untuk profesional dan mahasiswa)

Sekertaris umum  pc.jalarambang Erty Rospyana Rufaida atau sapaan Erty ,sekaligus yang mendapat giliran Jilid II dalam bedah buku yang di bahasnya iya berharap"semoga dengan materi kepemimpinan ini tidak hanya sebatas teori ,tetapi kader dapar mengemplementasikan ,struktur untuk HPMB-Raya mari tinkatkan kualitas intelktual"harapnya.

Sementara itu Abu bakar selaku ketua umum Cab.jalarambang sempat  menghampiri  tim pers pabburitta dan mengatakan bahwa "Dalam kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin karena ini sifatnya substansial dan penunjang lahirnya kader-kader yang ber-intelektual,komitmen dalam hal seperti ini yang di perlukan untuk menjaga tradisi kaderisasi di organisasi kita". ujarnya dengan sedikit tegas kepada pers paburitta.

Dengan cintah dan sedikit keras kepala kobarkan kebenaran kepada merekah yang tak jelas berkata.


Penulis:andi amal

Rabu, 29 Maret 2017

Pengurus Besar HPMB-Raya Telah Melaksanakan Pembentukan Panitia Untuk Pelaksanaan Rapat Pleno

Pengurus Besar himpunan pelajar mahasiswa bantaeng raya (HPMB-Raya)mengelar rapat pembentukan panitia pleno serta penetapan tema, yang di hadiri kader, PB.HPMB-Raya, dan PC.HPMB-Raya.

Haedir selaku ketua umum PB.HPMB-Raya Saat Memimpin Rapat pembentukan panitia pleno yang diselenggarakan pada selasa (28/3/2017) sekitar pukul 20:36 wita.diwarkop Padde jln.alauddin kota makassar Berjalan cukup Lancar dan melahirkan  ketua panitia resky ulilamri dan sekertaris Akbar Rk untuk di berikan mandat dalam  pelaksanaan rapat pleno setenga periode kepemimpinan.

Sementara Ketua panitia Rezki ulil amri  atau yang biasa disapah "lilli"meminta doa dan dukungan kepada seluruh kader dan pengurus terkususnya yg masuk dalam  daftar ke anggotaan panitia pelaksaan rapat pleno agar bagaiman kita bisa  bekerja sesaui yg di harapakn oleh kader-kader HPMB-raya  untuk Memaksimalkan kegiatan rapat peleno ini.

Masih kata lilli "Alhamdulillah  saya di berikan mandat dan kepercayan untuk menghendel dalam kegiatan Rapat Pleno  (setengah kepengurusan PB.HPMB-Raya periode 2016-2018), insyah Allah sy akan menjalankan sesuai kemampuan saya agar bagaiman pleno ini bisa berjalan sesuai harapan kader dan pengurus HPMB-Raya" Tegasnya dengan sedikit espresi semangat.

Dalam pernyataan itu sekertaris panitia juga menyodorkan harapanya ke pers pabburitta "agar bagaiman pengurus HPMB-Raya semakain menigkatkan kamampuannya dalam berkomonikasi ke sesama kader dan pengurus agar bagaimana pelaksanaan kegiatan ini bisa dijadikan contoh ke pengurusan selanjutnya untuk  berperan sebagaimana layaknya baik Pengurus Besar, Pengurus Cabang maupun LSO Mapala Cinrana HPMB-Raya. karena mengingat pleno setengah kepengurusan ini sangat penting"ujar Akbar Rk dengan percaya diri.

Penulis:Andi Amal

Senin, 27 Maret 2017

HPMB Raya Yang Usianya Hampir Mendekati 1 Dekade Telah Membuktikan Eksistensinya Sebagai Lembaga Kemahasiswaan Dalam Menciptakan Kader Yang Berkuliatas Dan Potensial

Bantaeng-Organisasi yang besar di kalangan Lembaga kemahasiswaan kabupaten bantaeng dalam hal ini Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng raya (HPMB-Raya) yang tinggal menghitung bulan menuju 1dekade atau 10 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Dimana Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng raya masih menganut sistem pengkaderan organiaasi yang bertahan di kalangan kelembagaan organda kabupaten bantaeng.

HPMB Raya yang usianya hampir mendekati 1 dekade  telah membuktikan eksistensinya sebagai lembaga kemahasiswaan dalam menciptakan kader yang berkuliatas dan potensial dalam berbagai bidang dalam setiap sudut kehidupan sosial.

Seperti halnya yang di tuturkan Akbar Rk.selaku sekertaris umum HPMB -Raya cabang Ba'ba eja periode 2017-2018 di kediamnya di jln sukaria (27/3/2017).

“HPMB-Raya menuju 1 dekade kembali menunjukkan kwalitasnya dengan melihat salah satu inovasinya yang saat ini viral di salah satu media sosial yaitu dengan banyaknya twitbon-twitbon pada pengguna media sosial yang bersologan  kader Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya) dengan mengajak seluruh aspek sosial untuk bergabung dalam keluarga besar HPMB-Raya Khususnya Mahasiswa Asal Bantaeng yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi”.Ucapnya.

Minggu, 26 Maret 2017

HPMB-Raya cabang Jalarambang Gelar Beda Buku filsafat Kepemimpinan

Makassar - Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya) cabang jalarambang yang di nahkodai Oleh Abu Bakar gencar malaksanakan kegiatan-kegiatan kelembagaan,  salah satunya Membentuk basis pengetahuan kader HPMB-Raya 

Pc. Jalarambang dalam menyambut awal kepengurusan melaksanakan salah satu program yang telah di sepakati dari hasil  rapat kerja(raker) yang beberapa waktu di laksanakan di Pantai Marina Bantaeng

Dimana kegiatan ini berlangsung di sekretaris Cabang Jalarambang Yang di hadiri puluhan kader dan pengurus. Jl. Pao-Pao Permai.  Minggu Malam, (26/03/2017)


Basis pengetahuan dengan buku pandu langsung oleh ketua Cabang Jalarambang periode 2017-2018 yakni bedah filsafat kepemimpinan, yang merupakan study komparatif kepemimpinan Ys Army, Abri & Islam, agar bagaimana transformasi pengetahuan dengan dialektika panjang, Konsep dan karakter pemimpin merupakan sesuatu yang mutlak harus di pahami dan di miliki oleh seluruh kader dan anggota HPMB-Raya da seluruh manusia pada umumnya.

Abu bakar selaku pimpinan struktur  tertingi di cabang jalarambang" ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus cabang jalarambang dan seluruh kader HPMB-Raya atas segala bentuk partisipasi baik dari segi tenaga dan pemikiran yang menunjang transformasi dan esensi dari kegiatan ini bisa tercapai"ucapnya dengan nada gembira.

Sekertaris (sekum)pc jalarambang erthy rospiana rufaedah yang di temui pers pabburita.

"Masihkah kita berintelektual hari ini, atau hanya sebatas gelar saja yang tak teraktualisasikan, lanjutnya kegiatan ini meruapakan bentuk perlawanan terhadap kebodohan "ujarnya dengan sedikit tutur senyum.

Dengan cinta dan sedikit keras kepala, kabarkan kebenaran kepada mereka yang tak jelas berkata, manyu siparampe, tallang sipaumba.
Penulis:Andi Amal

Kamis, 23 Maret 2017

PB HPMB Raya, Pengurus Di Larang Keras Ikut Politik Praktis Pada Pilkada Serentak 2018

Bantaeng - Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (PB HPMB Raya Haedir melarang semua pengurus HPMB Raya Baik Di Cabang Maulun Lembaga semi Otonom terlibat dalam politik praktis. Jumat,  24/03/2017

Larangan tersebut dismapikan demi menjaga netralitas HPMB-Raya sebagai wadah bersama untuk Mahasiswa Bantaeng yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi

Haedir mengatakan, siapapun pengurus HPMB Raya yang terlibat dalam politik maka kita akan plenokan, sebab pengurus di ikat dalam AD/ART Kelembagaan

Jangan sampai membawa-bawa nama HPMB Raya dalam proses sikap politik apalagi membawa nama Organisasi demi kepentingan politik praktis” ucapnya.

#HPMB-Raya

Sabtu, 21 Januari 2017

Abu Bakar sang Nahkoda Baru PC Jalarambang HPMB-Raya Periode 2017-2018



Konferensi Cabang (KONFERCAB) VIII Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya) Cabang Jalarambang  sudah rampung dilaksanakan, dalam KONFERCAB tersebut terpilih ketua umum baru periode 2017-2018. Minggu (22/01/2017) Kegiatan Konfercab ini dilaksanakan di sanggar kegiatan belajar (SKB) Gowa

ketua umum terpilih yaitu Abu Bakar
 yang merupakan pengurus Bidang advokasi dan Partisipasi Daerah Pada pereode sebelumnya dibawah kepemimpinan Kurniadi Akbar (Dedy Jalarambang)

Dalam perhelatan Konfercab kali ini, konstalasi politik organisasi kemahasiswaan kedaerahan terbesar di kabupaten Bantaeng itu, memperebutkan ketua umum PC Jalarambang.

Beberapa nama bermunculan di antaranya Ekky Yakub,  dan Abu Bakar
Abu Jalarambang sapaan Abu bakar terpilih setelah mengalahkan lawannya Ekky yakub di kenfercab ke VIII ini “Dengan hasil pemilihan yang berlangsung pada jam 04.43 ini akhirnya tongkat estafet kepemimpinan PC Jalarambang HPMB-Rqyq di menagkan oleh Abu bakar," Papar Maulana Aidil Akbar yang bertindak sebagai hakim presidium sidang.

Hal serupa diungkapkan salah satu kader HPMB Raya cabang Jalarambang. secara Lantang mengucapkan selamat atas terpilihnya Abu Bakar sebagai Ketua Umum PC Jalarambang HPMB Raya , semoga bisa membawa HPMB Raya lebih maju, baik tingkat lokal maupun tingkat nasional.

editor : Adhe Shira

Kamis, 12 Januari 2017

kronologis Adu Jotos antara Mahasiswa & Aparat Kepolisian polres Bantaeng


Massa aksi tiba di depan kantor DPRD Bantaeng Pukul 09:54 WITA dan memulai orasi-orasi
Pukul 10.00 WITA. Anggota kepolisian POLRES Bantaeng tiba di tempat aksi dibawah pimpinan Wakapolres Bantaeng. orasi-orasi dari peserta aksi masih berlanjut.

Pukul 10.30 WiTA Kapolres Bantaeng tiba di tempat aksi. Wakapolres meminta massa aksi untuk masuk kedalam areal gedung DPRD, Aldi (korlap Aksi) menolak dengan alasan sudah menyampaikan ke pihak anggota DPRD untuk menemui massa aksi di luar gedung DPRD. "Aldi menyerahkan megaphone ke Bondan yang melanjutkan orasi-orasi, sementara aldi bernegosiasi dengan pihak kepolisian"

Wakapolres kembali meminta massa aksi untuk menepi ke tepi jalan,  tidak terkonsentrasi di sebagian badan jalan, massa aksi masih tetap menolak dengan alasan bahwa konsentrasi massa aksi yang berada di sebagian badan jalan tidak mengganggu pengguna jalan dan tidak menyebabkan kemacetan. Arus lalu lintas lancar-lancar saja

Pukul 11.00 WITA Semenara Aldi masih bernegosiasi dengan Wakapolres, tiba-tiba Bondan yang berada di sisi kanan (± 2m) Aldi tersungkur karena kepalanya di pukul oleh seorang anggota polisi, dan dengan refleks Bondan berbalik dan mengayunkan megaphone yang berada ditangannya dan mengenai wajah anggota polisi yang mengakibatkan luka berdarah. kembali anggota polisi tersebut memukul Bondan, yang kemudian disusul dengan pengeroyokan terhadap Bondan oleh sekitar 7 orang anggota polisi, tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap Bondan berupa memukul, menendang, dan menginjak korban Bondan. Aldi yang berada di dekat Bondan juga mengalami tindak kekerasan dari aparat kepolisian dengan di tendang pada bagian belakang.

Selanjutnya kedua korban Aldi dan Bondan di amankan ke mobil patroli polisi dan dibawa ke kantor Polres Bantaeng. sekitar dua menit setelah 2 korban dibawa ke kantor polisi, seorang massa aksi tiba-tiba ditangkap lagi oleh anggota polisi dan mendapat tindak kekerasan berupa pukulan, tendangan serta di injak-injak oleh anggota polisi, dan selanjutnya dinaikkan ke mobil pickup milik polisi dan dibawa ke kantor Polres Bulukumba.

Pukul 11.20 WITA
Sebagian peserta aksi masih berada di tempat aksi dan berdialog dengan Kapolres Bantaeng.
Peserta aksi membubarkan diri

Ini Akktifis FPR Bantaeng yang di tangkap:
1. Irham (alias Bondan), Ketua PMII Cabang Bantaeng & Kabid Advokasi dan Partisipasi Daerah HPMB Raya
2. Aldi dari Forum Pemuda Mahasiswa Sul-Sel
3. Ansar dari Front Perjuangan Rakyat Bantaeng

 Catatan:
informasi dari pihak kepolisian status Bondan sudah ditetapkan sebagai tersangka
informasi dari kawan yang mendampingi Bondan di kantor Polres Bantaeng

Bondan masih mengalami tindak kekerasan yang diakukan oleh anggota polisi, Hingga membuat menyebabkan luka berdarah di bagian wajah.

Sumber : Media Sosial Facebook
Editor : Adhe Shira
   

HPMB-Raya Mendesak Presiden Jokowi-JK Menggugurkan PP No 60 thn 2016 & Kembalikan PP No 50 Thn 2010

Sekelompok Mahasiswa yang mengatasnakan Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya HPMB Raya melakukan Aksi demonstrasi di depan Kampus 1 UIN Alauddin Makassar, Jl Sultan Alauddin Makassar, Jl. PA Penttarani-Hertasning & di bawa Jembatan Flay Over Makassar.  Kamis,  12/1/17

                         Ket.  depan Kampus 1 UIN Alauddin Makassar 
Aksi ini Terkait dengan kebijakan pemerintah yang sewenang-wenang dalam menetapkan kebijakan, serta saling lempar-melempar tanggung jawab di Parlemen

sala satu peserta Aksi saat A. Rezki Amal yang di temui olehBPersPabbirittaHPMB_Raya mengungpakan dimana di awal tahun ini, masyarakat mendapatkan kado terindah dengan  Harga-harga Sembako yang tidak stabil di awal tahun ini, Pemerintah menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. nyata Memeras Rakyatnya.

                                       Ket.  jl. AP Pettarani-Hertasning 
Rezim kali ini seakan main-main,
Memerintah negara yang kualitasnya bukan main, sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia.

Dimana dengan adanya peraruran Pemerintah No 60 tahun 2016 yang kemudian kami anggap mencekik rakyat kecil di bagsa ini,  belum Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas Jalan yang tidak pernah di sosialisasi kepada seluruh Lapisan masyarakat
Ket. Dibawa Jembatan Flay Over bersama beberapa Lembaga Mahasiswa #Gapemnas #KAMMI #BEM_UIT dan Lembaga kampus yang lainnya 
Kami berstegmen bahwa PP No 60 tahun 2016 harus di gugur ka dan kembali ke PP No 50 tahun 2010 yang tidak mencekik rakyat kecil , turur A. Rezki Amal kepada PersPabburittaHPMB_Raya

Aksi ini di kawal ketak oleh pihak kepolisian Polsek Rappocini

Editor : Adhe Shira

Rabu, 11 Januari 2017

Seruan Aksi Seluruh Kader HPMB-Raya


Rezim Jokowi-JK adalah Rezim Penindas Rakyat, dimana hari ini pemerintah sewenang-wenang dalam menetapkan kebijakan, serta saling lempar-melempar tanggung jawab, maka hanya ada satu kata, LAWAN!

Harga-harga naik di awal tahun 2017, menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. NYATA MEMERAS RAKYATNYA!

Rezim kali ini seakan main-main, memerintah negara yang kualitasnya bukan main, sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia.

Maka, saya menyerukan kepada seluruh kader Himpunan Pelajar mahasiswa Bantaeng_Raya (HPMB Raya), turunlah ke jalan, Ramaikan jalanan dan buatlah parlemen jalanan!

Turunlah ke jalan!
Ramaikan jalanan dan tetaplah menjadi singa di jalanan.
Aumkan keresahan rakyat atas kegagalan pemerintahan mengelola negara!

Jika penjajahan masih ada, bahkan dari saudara sendiri, maka semboyan kita tetap, MERDEKA ATAU MATI!

Karena memimpin tidak sebercanda itu.”

berangkat dari itu kami Dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB Raya)  dengan melihat kondisi hari ini,  dimana pemerintah sudah tidak lagi Pro terhadap rakyat kecil

Dimana hari yang sangat Urjen di kalangan Masyarakat dengan adanya PP No. 60 tahun 2016 yang kami anggap sangat memberatkan, ditambah lagi  dengan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ)  yang kemudian tidak pernah di sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat

Belum lagi kenaikan tarif Listrik,  BBM & Sembago yang kemudian tidak sabil sampai hari

Maka dari itu kami dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng_Raya (HPMB-Raya)  mengajak seluruh eleman mahasiswa untuk turun melakukan akai demonstrasi terkait Rizim Jokowi-JK Rezim penindas Rakyat dengan Tuntutan:

1. Menolal PP No 60 Tahun 2016 & Kembalikan PP No 50 Tahun 2015
2. Menolak kenaikan BBM non Subsidi & Kenaikan Tarif Listrik 
3. Polri berseta Jasa Raharja Harus segera melakukan sosialisasi di masyarakat tentang Sumbangan Dana Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang ada di STNK
4. Pemerintah Harus melakukan Nasionalisi Aset Vitas Negara 

Yang insya Allah :
Titik aksi : Bundaran Hertasning Pettarani 
Pukul : 09.00

Oleh karena itu, bagi mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia khusus sulawesi Selatan , sudah saatnya untuk merapatkan barisan dan memperhebat, memperbesar, dan memasifkan gelombang perjuangan melawan rezim Pemerintahan  Jokowi-JK. Dengan demikian, tidak ada kata lain untuk mersepon segala kebijakan yang tak pro kepada  rakyat dan segala bentuk yg menindas dari rezim Jokowi-JK selain melawannya bersama.

HENTIKAN KRIMINALISASI, DAN INTIMIDASI KEPADA RAKYAT !!!
BUKA RUANG DEMOKRASI SELUAS-LUASNYA!!

Jendaral Lapangan Adhe Shira
Koordinator Lapangan A. Rezki Amal 

             TTD

PB HPMB-Raya Haedir 

Senin, 02 Januari 2017

Berikut Kandidat yang akan memperebutkan ketum di Pc Jalarambang HPMB Raya periode 2017-2018


Tak lama lagi Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB_Raya) cabang Jalarambang Jelang Konfrensi Cabang tanggal 21-22 Januari 2017 di Makassar , Berbagai tahapan telah dilakukan oleh Panitia Pelaksana Pc Jalarambang  guna mempersiapkan terselenggaranya pesta demokrasi tersebut.

Salah satunya adalah Persiapan Administrasi dan tempat berlangsung nya Kongercab nanti dua pekan ke depan


Hingga saat ini, tercatat sudah terdapat 4 Bakal Calon ketua umum yang mengajukan diri menjadi calon Ketua 2017-2018 . Mereka adalah :
1. Abu bakar
Kabid Advokasi & Partisipasi Daerah
Kampus : Universitas Negeri Makassar 
Jurusan Sosiologi
2. Nur Hajar 
Kabid Pemberdayaan Perempuan 
Kampus : Universitas Negeri Makassar 
Jurusan Administrasi Perkantoran 
3. Naldi_Jalarambang
Kabid Pengembangan Bakat & Minat
Kampus : Universitas Islam Negri (UIN) Alauddin Makassar
Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam 
4. Ekky Jalarambang 
Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar 
Jurusan Akuntansi 

Mereka adalah kader terbaik Pc Jalarambang HPMB Raya yang akan di pastikan Bertarung memperebutkan ketum


Ketua Umum Pc Jalarambang "Dedi Jalarambang mengatakan bahwa  Kita tidak bisa menebak siapa yang akan terpilih menjadi ketua Umum di Jalarambang. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki, tentunya salah satu dari mereka yang terpilih akan mengemban harapan seluruh Kader HPMB Raya tekhusus di Cabang Jalarambang

Editor : Adhe Shira 

Minggu, 01 Januari 2017

Setetes Mani Sejuta Harapan || Catatan Awal Tahun 2017


Penulis : Jabal Nur, S.Pt
(Alummi Peternakan UNHAS)

Oooommm sapi ta om
"Teriakan ini biasa terdengar di jalan raya antang makassar karena sapi di jalan raya yang membuat macet pengguna jalan,  akhirnya pengguna jalan teriak ke pengembala sapi... Om sapi ta Om...  Bikin macet Om... "
   
pesan yang perlu di ketahui adalah bahwa perlu seorang walikota makassar untuk hadapi macet antang karena sapi.. perlu konsultasi ke fakuktas peternakan UNHAS untuk tata kelola sapi.. agar sapi dalam kota makassar tidak muat macet.. juga tidak tidur di jalan kalau tengah malam di jalan poroa dekat TPA antang.. semoga walikota makassar mau melakukan itu. Menata sapi dalam kota makassar..


Sapi saat ini sudah di pelihara dengan berbagi teknologi.. spermanya di tampung untuk di gunakan pada teknologi IB (inseminasi buatan).. jadi setetes mani sejuta harapan.. harapan akan jadi anak anak sapi yang nantinya bernilai secara ekonomi kalau sudah masuk rumah potong hewan dan jadi steak di restoran restoran mewah.. atau jadi coto dan pallu basa warung warung kota makassar...

Program andalan
Sapi menjadu daya tarik bagi kementerian karena akan di dorong agar bangsa indonesia tidak impor lagi sapi. Kebutuhan daging sapi sangat tinggi sehingga kementerian juga buat kapal ternak untuk sapi.. besar harapan saya.. kami yang sarjana peternakan agar kapal itu sandar di beberapa pelabuhan di sulawesi selatan.. apalagi kalau sandar di kampung saya di bantaeng..hehhe.. harapan yang sangat luar biasa di tengah banyaknya pemberi harapan palsu di tahun 2016 dan semoga tidak ada lagi harapan palsu di 2017.. bone, barru, pangkep, luwu timur, takalar, semua bergerak fokus dengan sapi untuk jadikan program andalan di kabupaten masing masing.. semoga kebujakan bupati dan dukungan masyarakat nya buat daerah tersebut maju...

Ada sejak zaman nabi...
Beternak bukan hal yang baru, sejak  zanam nabi di kenal usaha peternakan di tanah arab.. pengembala di padang pasir sangat banyak di zaman itu, menjadikan beternak sebagai jalan untuk mendapatkan penghasilan secara ekonomi.. semoga di 2017 ini, aura aura beternak masuk ke semua sendi sendi kehidupan dan juga mendorong para pemuda mau kembali beternak karena denga  beternak maka itu salah satu jalan mencari rezeki yang halal di jalan allah.. allahu akbar

Semoga tahun ayam api yang bagi sebagian orang cina ini akan buat kita makin gigih beternak.. beternak sapi.. beternak ayam.. beternak kuda seperti yang di lakukan bupati pangkep dan tidak malu malu membawa kuda nya makan rumput di halaman kantor bupati pangkep... di salah satu berita online saya bawa malah pak bupati turun langsung pindahkan kuda nya ke rumput yang lebih subur...

Di tahun 2017 ini mari kita buat Gerakan Ayo Beternak !!!
Kalau perlu kita belajar sampai negeri cina cara beternak yang baik..

Editor : Adhe Shira 

Sabtu, 31 Desember 2016

peringatan Pergantian tahun baru di pantai seruni bantaeng menjadi sorotan Pemuda


Momen peringatan tahun baru 2017 yang di digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng menjadi sorotan Pemuda 

Salah satu kader HPMB Raya Bantaeng Adhe Shira mengatakan pihaknya menyayangkan pemerintah daerah menggelar acara peringatan tahun baru dengan konsep pesta kembang api dan pagelaran musik. Mind Set tentang tahun baruan yang sarat agenda euforia itu menurutnya harus bisa dirubah menjadi sesuatu yang lebih positif.

“Konsep pesta kembang api dan pagelaran musik sudah tentu banyak menggeluarkan anggaran, apalagi menyelenggarakannya Pemda, sumber anggaran dari mana kalau bukan dari APBD, meskipun ada sponsor yang menyumbang, tapi pasti dari APBD juga akan banyak dikucurkan untuk suksesnya acara tersebut,” kata Adhe Shira

Euforia tahun baru, seperti yang sudah – sudah, lanjut Adhe Shira, selalu diisi dengan kegiatan yang mendekati hal – hal negatif, pergaulan muda – mudi berduaan pada malam hari, penghamburan biaya hanya untuk kegiatan pesta satu malam seperti itu tidak bisa dianggap fenomena biasa

Adhe shira  menyarankan, agar biaya kegiatan tersebut disalurkan untuk kegiatan kegiatan kepemudaan atau di salurkan ke anak2 yatim yang lebih membutuhkan, sebab di Bantaeng masih banyak anak yatim yang butuh uluran tangan.

Bahkan dari hasil temuan saya di lapangan pemda bantaeng mendatangkan operator kembang apa langaung dari Jakarta untuk memeriahkan pesta pergantian tahun baru di kota kecil bantaeng 

Pemda Bantaeng harus transparansi persolan anggaran yang di habiskan selama tahun 2016, agar masyarakat banyak juga tahu

Sebelum masuk ke puncak acara pesta kembang api, warga terlebih dahulu dihibur oleh penampilan artis Iis Sugianto dan sejumlah band lokal Bantaeng.

Rabu, 28 Desember 2016

Apa kabar Mahasiswa ....?


Karya : Eko Prasetyo 

Aku tidak mengajarkan kekerasan, tetapi apabila jempol kakiku diinjak, aku wajib membalasnya. (Malcolm X)

BIARKAN aku bercerita tentang masa
lalu. Masa dimana aku pernah menjadi sepertimu. Menjadi mahasiswa yang menggenggam harapan. Bukan hanya untuk bekerja atau menjadi sarjana. Melainkan untuk ikut mengubah jalannya sejarah.

Kala itu kampus tak semegah seperti sekarang. Pos satpam hampir tak ada. Dosen mirip dengan mahasiswa. Bedanya mereka berusia lebih tua. Hanya itu, karena dalam soal bacaan kami berlomba. Terlebih kalau soal analisa. Kami tak sepintar dosen tapi kami sering membantah gagasannya. Kelas bukan tempat orang berdoa dimana yang ada hanya diam dan mengangguk-angguk. Kelas menjadi ruang pertarungan ide, dimana tiap pikiran diadu untuk dicari mana yang lebih sesuai. Mungkin itu sebabnya kampus, buat kami, bukan tempat untuk belajar saja melainkan juga medan berlaga. Bertarung dengan kekuasaan yang otoriter dan berdebat dengan ide yang konservatif. Itulah sebabnya kami betah berada di sana. Aku selesaikan kuliahku tujuh tahun. Itu lumayan cepat karena yang lain bisa sampai 10 tahun. Kampus mirip tempat dimana waktu dan usia melintas dengan perlahan. Maka aku mengenal kampusku begitu rinci: nama tukang parkir, yang jaga kantin hingga nama-nama pegawainya.

Wajar kalau cinta bersemi di sana. Syair jatuh cinta bisa ditulis dimana saja. Alamat cinta itu bisa kemana-mana: kadang jatuh pada seorang gadis pintar, kerapkali jatuh pada gadis yang jadi idola, tapi juga bisa mekar di pundak gadis saleh. Cinta di usia mahasiswa seperti mencoba hidup dalam belantara petualangan dan harapan. Kita mencintai bukan saja karena rupa tapi ide serta gagasan yang serupa. Puisi, gitar dan buku adalah senjatanya. Lewat puisi rayuan itu bicara dengan kata-kata indah yang berterbangan. Gitar membuat cinta jadi sebuah jembatan melodi. Kemudian buku membuat cinta seperti sebuah lembaran cerita yang tak habis-habisnya. Itulah mengapa hidup mahasiswa tempo dulu padat dengan kisah romantika: di balik bangunan kampus ada banyak kisah indah yang terkubur. Hanya cinta kami bisa meluas kemana-mana. Cinta kami pada keadilan membuat kami kerapkali menggugat tatanan. Cinta kami untuk kebenaran membuat kami bertarung melawan kezaliman. Cinta kami pada kemanusiaan membuat kami mudah sekali bangkit nyalinya saat melihat ketimpangan. Cinta adalah kata yang tepat untuk melukis betapa imaginatif dan tidak realistiknya kami.

Kini apakah suasananya tetap sama? Sayangnya, aku tak melihat lagi kelas yang padat oleh debat. Kuliah dilalui dengan cara sederhana: datang-dengarkan lalu pulang. Tak ada yang terlambat masuk kelas dan tak ada yang tertinggal ketika pulang. Mirip tontonan bioskop ketimbang kuliah. Kini anak-anak muda bercanda di kantin atau berpetualang dengan gadgetnya. Kampus makin padat sekaligus kian sesak. Mereka duduk bersama tapi tak menyapa. Mereka berdekatan tapi tak berteguran. Yang luas adalah tempat parkir dan selalu diberi spanduk untuk keluar bawa karcis atau STNK. Kerapkali aku bingung ini kampus atau kantor Satlantas. Busanamu indah dan menarik. HP yang kaubawa bisa tiga, dua bahkan empat. Motor dan mobil yang kamu pakai selalu keluaran baru. Bersanding dengan kekasih seakan kalian jadi pasangan sehidup semati. Jika hidup tetap bersama dan kalau mati segera cari ganti. Kudengar juga kalian terampil mencari uang segala. Training wirausaha telah membuat cita-citamu dangkal: menjadi jutawan. Hidup dengan keyakinan mendapat untung dengan iman yang bermodal uang. Muda lalu kaya terus berkeluarga. Kemudian pelan-pelan mati dengan penyakit yang mudah diduga. Sungguh potret hidup normal dan wajar. Padahal kehidupan sekelilingmu sedang tak berjalan normal. Jika kau perhatikan situasi sosial lagi berjalan penuh sengketa. Normalkah keadaan kalau kekuasaan dipegang oleh orang-orang itu melulu? Wajarkah kondisi bangsa kalau aparat negara seenaknya menembaki rakyatnya sendiri? Bisakah bangsa disebut beradab kalau pejabat bisa berasal dari penjahat dan penjahat bisa jadi pejabat? Dan betapa bahayanya kalau kampus tidak mengenalkan keadaan itu pada kalian?

Itulah yang membuat kita jadi bangsa yang berhenti di tempat. Dihitung sejak merdeka kita menginjak usia 70 tahun. Dibanding negeri tetangga yang usianya lebih muda kita kalah jauh. Soal swasembada beras kita kalah dengan Vietnam. Urusan pendidikan kita kalah dengan Singapura. Tentang kedaulatan ekonomi kita jauh dari Malaysia. Padahal semua negara itu tak banyak punya kekayaan alam. Semua negara itu berdiri jauh setelah kita baca Proklamasi. Vietnam malah mengukir kisah pedihnya dalam film Rambo. Populasi penduduknya kalah jauh dengan yang kita punya. Partai politik mereka tak sebanyak yang kita miliki. Komisi pengawas negara jumlahnya tak sebesar yang kita dapatkan. Andai kita mengalahkan mereka, itu tetap dalam kategori yang buruk: angka korupsi dan tingkat kesenjangan sosial. Korupsi sudah seperti kegiatan sehari-hari dan kesenjangan sosial jadi ancaman saat ini. Dulu kita sempat optimis ada KPK yang menangkap para pejabat yang kegilaanya menumpuk harta. Ada yang ditangkap basah dan ada yang ditangkap karena kesaksian teman-temanya sendiri. Tapi sekarang KPK seperti sangkar hantu: para komisionernya dikriminalisasi untuk soal-soal menggelikan dan kewenanganya mau dicopot pelan-pelan. Lalu kesenjangan sosial terus dibiarkan dengan memberi pupuk bagi para hartawan dan tetesan kecil bantuan buat yang miskin. Kita seperti menjadi bangsa yang bolak-balik hanya rindu akan figur tauladan dan kenyataan pahit seperti sebuah takdir. Tapi benarkah tak ada jalan keluar dari kerumitan ini semua?

Tidakkah kalian percaya kalau negeri ini dulu diproklamirkan oleh dua orang mahasiswa? Yang satu namanya Ir Soekarno dan wakilnya Drs Moh Hatta. Yang satu anak tekhnik dan satunya anak ekonomi. Yang satu seorang orator dan satunya administrator. Keduanya ditemani oleh banyak mahasiswa yang cakap dan punya banyak mimpi. Sjahrir meski tak tuntas kuliah tapi pengetahuanya kaya, Amir Sjarifuddin pintar dan berani, Moh Natsir saleh dan sederhana, Haji Agus Salim berwibawa dan santun, Tan Malaka nekat dan petualang. Sederet nama lain bisa dijejer untuk memberi bukti kalau bangsa ini didirikan oleh anak-anak muda yang usianya masih mahasiswa. Tampang mereka tak jauh dengan kebanyakan mahasiswa semester awal: lucu, nekat dan punya pikiran besar. Seperti benih, pikiran mereka dirawat melalui tiga dunia: dunia pergerakan, pendidikan dan pergaulan. Pergerakan mengajarkan arti pengorbanan, pendidikan menanam budaya pengetahuan dan pergaulan mencipta solidaritas. Tiga-tiganya menempa jiwa, membentuk pengalaman dan meneguhkan tekad. Kita hampir tak pernah tahu berapa IP Soekarno, apakah Sjahrir rajin kuliah tidak atau bagaimana Hatta merias dirinya sebelum berangkat ke kampus. Informasi itu terlalu sederhana untuk orang yang punya kegelisahan seperti mereka. Mustinya lukisan gagasan mereka disebar luaskan melalui pendidikan tinggi. Kisah mereka sebagai mahasiswa harusnya jadi mata kuliah utama. Pastilah pada masa itu kampus jadi tempat untuk menanam ide-ide segar dan menantang. Masa dimana kampus berisi lalu lintas gagasan indah. Masa dimana kampus jadi tempat untuk menempa kader-kader militan. Kini mampukah kampus mengantarkan itu.
Aku bisa bilang mungkin dan pasti bisa! Lihat mimpimu waktu tinggal di kampus ini. Apa hanya pekerjaan yang kalian butuhkan? Tentu tak hanya itu. Apakah kalian kuliah hanya ingin menumpuk-numpuk uang? Pasti tak seperti itu. Kalian kuliah karena memang ada kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman. Kalian kuliah karena memang ada mimpi besar yang mau diwujudkan. Mimpi itu bukan sekedar ‘bekerja dan punya jabatan’. Mimpi itu tak hanya untuk jadi ‘sarjana’. Mimpi itu seperti apa yang dikatakan Kahlil Gibran ‘kamu bukanlah apa yang kamu capai tapi apa yang kamu impikan untuk kamu capai’. Kini tidakkah kamu ingin negeri ini berdiri dia tas tugu kehormatan? Tak ada pencuri yang berani jadi pejabat dan tak ada pejabat yang nekat mencuri uang rakyat. Tak ada kekerasan, pembunuhan atau pemenjaraan gara-gara tuduhan dan prasangka? Tidakkah kamu ingin pendidikan ini melahirkan para petualang pengetahuan seperti Hawking? Seorang yang kini punya keinginan untuk menjawab apakah UFO itu ada? Bukankah kamu ingin kita juga melahirkan pemimpin yang berani seperti Soekarno atau Hugo Chavez atau Fidel Castro: yang berani berdiri di atas kehormatan dan kedaulatan bangsanya sendiri? Keduanya berani menentang negara raksasa karena kebijakanya yang durjana. Kita ingin negeri ini menjelma dengan prestasi besar dan luhur. Sebab kelahiran bangsa ini diprakarsai bukan oleh politisi culas apalagi aparat korup, melainkan geliat anak-anak muda yang berani, kreatif dan radikal.

Buktinya sudah ada dan jejaknya telah ditanam. Soal urusan film kita punya banyak anak muda yang jadi sutradara, penulis hingga pemain yang raih penghargaan dimana-mana. Soal urusan pengetahuan kita punya anak-anak muda yang menang olimpiade, duduk sebagai ilmuwan ternama dan punya banyak temuan mutakhir. Soal kebudayaan banyak anak muda yang telah jadi duta kesenian, pelukis ternama, penulis terkenal hingga para perupa yang mendunia. Hanya satu soal yang kita krisis dan langka: politisi muda yang pintar, berani dan punya gagasan alternatif. Ada anak muda tapi jadi politisi yang berujung hidupnya di penjara. Sangkaan untuknya menyedihkan: korupsi. Selayaknya kampus menyumbang kontribusi untuk menghidupkan sosok politisi muda. Sosok yang bisa dibesarkan melalui kemampuan untuk peduli, terlibat dalam perkara kemanusiaan hingga membela soal-soal berkait dengan ditebangnya hak-hak rakyat. Tak tahukah kamu bahwa di Papua sana perjuangan untuk menuntut keadilan bisa berakhir dengan peluru? Apa kamu tak dengar kalau di Kulonprogo ada warga yang menolak pendirian tambang pasir besi dan bandara? Sudahkah kamu paham jika korban lumpur Lapindo puluhan tahun silam masih belum dapat ganti rugi penuh? Sadarkah kamu jika di Rembang tuntutan rakyat untuk menolak pabrik semen dipatahkan oleh putusan pengadilan? Dan salah satu penyokong putusan itu adalah kesaksian dosen di kampus kalian sendiri!? Biar kalau diurutkan sesungguhnya kita sedang menghadapi suasana dimana rakyat kecil masih kesusahan untuk menggapai keadilan.

Keadilan tak bisa ditunda oleh janji apalagi kesepakatan. Keadilan dihadirkan dengan perjuangan, pertarungan dan perebutan. Tak mungkin rakyat kecil hanya jadi ‘saksi’ melulu atas kemajuan pembangunan. Tak bisa lagi tanah atau sawah rakyat disita untuk sekedar kepentingan pabrik dan industri. Juga tak mungkin lagi membiarkan perusahaan seenaknya menekan buruh dan tak memberi upah yang layak untuk mereka. Lebih tak mungkin lagi membiarkan warga yang menuntut keadilan dengan sangkaan separatis apalagi teroris. Hukum tak bisa tegak kalau hanya menerkam mereka yang posisi kelas sosialnya ada di bawah. Hukum sebaiknya dibangun untuk meneguhkan keadilan: menyeret para penjahat kemanusiaan dan memberi hukuman untuk mereka yang berkuasa tapi sewenang-wenang. Itu semua tak bisa terwujud kalau kampus tak pernah menaruh kesadaran mahasiswa untuk terlibat dan tergerak mengubah keadaan. Itu tak mungkin dapat terealisasi kalau kampus hanya padat dengan kuliah, aturan dan pelatihan menjadi jutawan. Saatnya kampus mengubah peranan: diawali dengan dukungan agar mahasiswa terlibat organisasi, membiarkan mereka untuk sering mengunjungi yang miskin dan menceburkan mereka dalam wilayah yang bahaya. Wilayah dimana rakyat mempertaruhkan nyawa untuk membela hak miliknya. Kalau kampus mampu mengantarkan itu kita tidak hanya melahirkan sarjana tapi orang mulia: dimana mereka mau mengorbankan diri untuk kepentingan yang lebih besar ketimbang dirinya-sendiri.

Menariknya kampus punya agenda berbeda. Mereka tak mau mahasiswa tinggal lama di sana. Kini meluncur aturan tentang batas waktu kuliah. Kini terbit kebijakan tentang sistem pembayaran. Belakangan muncul pula aturan soal pakaian yang sopan. Seakan kampus seperti ruang kendali keamanan: mahasiswa dipantau kedisiplinan, dikontrol pikiran dan dikendalikan geraknya. Tak hanya itu kampus kemudian membuat kompetisi apa saja: lomba debat, lomba usaha hingga lomba pidato. Para juaranya wajahnya dipasang di baliho depan kampus. Seakan-akan itulah yang dikehendaki dari kampus pada mahasiswa, jadi juara lomba apa saja. Tak mirip dengan Sekolah Dasar tapi jauh lebih bebas anak anak TK. Kalau tak percaya bandingkan fotomu semasa kuliah dengan waktu dirimu kecil: sungguh sangat berbeda. Satunya riang dan nekat sedang satunya kelihatan kuatir dan cemas. Jika kamu sadar sebenarnya bukan pendidikan tinggi yang kamu nikmati tapi belenggu imaginasi yang sedang kamu hadapi. Maka waktunya kamu menolak untuk dipenjara. Jangan mudah percaya dengan apa yang selalu dikatakan oleh mereka dan jangan gampang patuh dengan aturan yang dibuat mereka. Kampus bukan tempat yang menjamin sepenuhnya masa depan melainkan tempat dimana mimpi dan keyakinamu sedang dipertaruhkan. Dalam sejarah pendidikan kaum pembangkang biasanya lebih berhasil dalam hidupnya ketimbang mereka yang memilih patuh dan percaya. Maka jika boleh aku sarankan: lakukan petualangan sejak hari ini untuk menikmati betapa memukaunya menjadi mahasiswa. Biarkan dirimu terlibat dalam gerakan karena dari sana kamu akan mencicipi beda kompromi dengan berani.

Jadilah dirimu seperti Soekarno yang percaya bahwa ilmu tekhnik bukan untuk membangun gedung saja tapi membangun jiwa rakyat yang sedang ditindas. Jadilah seperti Hatta yang mempelajari ilmu ekonomi untuk melahirkan konsep koperasi. Kalau mungkin bacalah Che Guevara yang mendapat pengetahuan medis untuk jadi bahan dasar revolusi. Tengoklah kisah Fidel Castro yang menjadikan pengetahuan hukum sebagai dasar untuk menentang kediktatoran. Mereka menanam perubahan sedari muda dengan meyakini kalau tugas kuliah bukan untuk datang dan mendapat gelar. Mereka meluncur menjadi sosok yang tak mau ditundukkan oleh aturan dan malah mencoba untuk melawanya. Soekarno menentang rektornya sendiri, Hatta melawan pemerintah Belanda yang biayai kampusnya dan Guevara malah menjatuhkan tahta penguasa. Pengetahuan di pendidikan tinggi jadi kekuatan yang membebaskan. Membebaskan rakyat dari belenggu ketidak-adilan, kemiskinan dan kebodohan. Keadaan yang hari-hari ini makin mengkuatirkan dan kita menyaksikan dengan terang-terangan. Membunuh karena kebutuhan, bunuh diri karena putus asa dan protes karena terus didzalimi. Bisakah kamu diam dan tenang duduk di bangku kuliah ketika di luar ruanganmu ada banyak rakyat menjerit, luka dan terus berharap kedatanganmu? Saatnya kamu membuat sejarah sebagaimana dulu Soekarno dan Hatta membuatnya. Saatnya kamu tidak menjadi seperti mereka: para sarjana yang hidupnya hanya untuk mengkhianati nuraninya dan rakyatnya sendiri. Jangan biarkan kalian hidup seperti keinginan mereka: patuh, taat dan lulus secepat yang mereka kira. Karena tokh mereka hanya jadi seperti sekarang ini; memerintah, membuat aturan dan menakut-nakuti masa depan. Genggam erat mimpi perubahan karena kalian telah jadi mahasiswa. Jadilah seperti dulu para mahasiswa yang membebaskan dan memerdekakan negeri ini.

Editor : Adhe Shira 

Selasa, 27 Desember 2016

Ketiga Kandidat yang Akan Memperebutkan ketua Umum Cabang Ba'Ba Eja HPMB-Raya periode 2016-2017


Konfrensi Cabang yang akan di laksanakan pada tanggal 29_30 Desember di Gedung SKB Gowa ada Bebebrapa Nama yang di pastikan Akan Bertarung Memperbutkan posisi ketua Cabang Ba'Ba eja HPMB_Raya

Inilah 3 bakal Calon Ketua Himpunan pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya Cabang Ba'ba Eja (HPMB-Raya Cab.Ba'ba Eja) periode 2017-2018
1. Adhe Shira
Ketua Bidang Pendidikan & Kaderisasi
Kampus : Universitas Islam  Negri Alauddin Makassar, Jurusan Ilmu Politik
2. Dwi Anggraeni
Bendahara Umum Cabang Ba'Ba Eja
Kampus : Universitas Bosowa, Jurusan Psikologi
3. Rezeki Ulil Amry
Sekretaris Bidan Informasi & Komunikasi 
Kampus : Universitas Indonesia Timur,  Jurusan Manajemen
Itulah ketiga kandidat Yang Akan bertarung di konfercab nanti pada tanggal,29-30 Desember 2016

Ketiganya masing-masing mempunyai Visi Bagaimana menjadikan HPMB-Raya Cabang Ba'ba Eja yang lebih baik dan jaya kedepannya.Ketiga Calon ini adalah kader terbaik HPMB-Raya Cabang Ba'ba Eja yang Loyal dan Solid dalam berlembaga Kata Sekretaris Umum HPMB-Raya Cabang Ba'ba Eja Aidil Akbar

Ini adalah pesta Demokrasi yang di lakukan di tataran Cabang HPMB-Raya setiap Satu Tahun sekali Melalui Konfrensi Cabang ( KONFERCAB ) dan semoga melalui KONFERCAB ini mampu melahirkan Regenerasi yang Berintegritas dan bermoral yang mampu bertanggung jawab dalam mengembang amanah dan menjaga Eksistensi Lembaga Khususnya HPMB-Raya Cabang Ba'ba Eja, tuturnya

Sementara ketua Cabang Ba'Ba Eja A.  Muh Alif Hidayatullah berpesan kepada semua bakal calon agar tetap sportif dalam pertarungan di KONFERCAB mendatang karna semua Calon punya hak yang sama sebagai Kader HPMB-Raya dan menyampaikan pilihan Politik boleh berbeda tetapi tujuan tetap sama bagaimana menjadikan HPMB-Raya yang lebih jaya.

Editor : Adhe Shira